I miss the old time sometimes..
and here we go.. me-ta-mor-fo-sis




and this is the present time :)





pictures taken from:
friendster (#yeahright) and ur personal blackberry messenger group :P
meet me, oik. an ordinary simply complicated girl. this blog contains a story about me (silly, pathetic, excited, et al). i just want to write. anything. everything. the rest, enjoy!!

pagi itu..
peluk,
cium,
canda
dan gelak tawa bahagia
hadir seketika diruang hatimu.
yang aku tahu...
ketika senja itu datang,
rasa tenang, nyaman dan tentramlah
yang ingin direngkuh.
tapi...
yang aku tahu..
justru peluh keringat yang keluar tidak henti-hentinya
mengucur deras dari dirimu.
just, sorry i can't be perfect.
still, am trying very hard to make you happy!
for you,
and our small fam.
happy birthday, mom!
happy 27th wedding anniversary!
love you..
August, 11th 2009
oik
|currently listening to USA for Africa's We are the World|
we are the one
we are the children
we are the one who make a brighter day so lets start giving...
life isn't easy...
we do live in a small and dangerously place in the world
friend or foe, a matter of camouflage which exist around
obstacles, always there nearby
be watchout!
i know it's been the hardest time,
i know it's such a heavy burden for being someone to count on,
and i absolutely know that you can give the best for people next to you.
an anonymous once wrote,
it doesn't matter how slowly you are so long as you don't stop
no matter what people said,
no matter what will be happened next,
keep on moving on your right track!!
>> listening to Abdul and the coffee theory's Kucinta Kau Lebih dari yang Kemarin ^^
>> Keep the Good work!!! b(^0^)d
love,
oik is waiting for her client, while sipping a cup of coffee (and missing her abun!).
28.07.09
check this one out rasa itu vol.1, before u read mine...
enjoy ppl! hopefully u're not lost in space and still on the right track ^^
Aku dan jiwaku seakan terbang ke angkasa jauh dari tempatku berpijak,
Ketika menyadari bahwa rasa itu.. aku, kamu dan yang kita rasakan hadir menyeruak keluar dalam tiap hembusan nafas.
Bukan hanya aku, tapi juga kau dan getaran-getaranmu yang selalu menarik batinku untuk selalu dekat dan enggan tuk terpisah denganmu dalam jarak dan ruang waktu.
Dan benar, sang waktu pun selalu menjadi kambing hitam...
time will tell,,, yet sometimes time won't tell us anything
Aku sepenuhnya sadar atas segala inginku, begitu juga inginmu... yang kadangkala membebani satu sama lain.
Aku sepenuhnya paham atas segala keterbatasan kita... yang seringkali menjadi penghambat atas tiap adegan yang kita mainkan di pementasan.
Aku pun percaya denganmu atas ungkapan tanpa suara, desahan dan sentuhan lembutmu...rasa yang selalu ada dan aku merasakannya.
Satu yang pasti..bukan hanya kau, tapi aku pun menikmati tiap waktuku bersamamu dalam keheningan senja malam dengan bulan yang sama menerangi kita dari persembunyian dibalik sinarnya.
Rasa optimisme yang tinggi untuk merengkuh masa depan bersamamu.
willing to give us a chance in future to walk side by side as a couple.
Segala ketakutan-ketakutan itu mendadak sirna seiring berjalannya waktu.
Karna ada kau disampingku...
Karna ada kau yang menjagaku...
Karna kau dan rasa itu telah menyatu dalam tiap hembusan nafas.
duapuluhduanolenamnolsembilan
@SA's office.
love,
oyik
Kepada kamu
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
hehehe..beberapa seru untuk dikomentarin, karena sama persis kejadiannya. tetapi, saya tidak benci. saya tidak marah. ini proses yang harus dilewati memang. saya lebih suka menebar kebaikan, tanpa ada permusuhan. harusnya begitu. tapi sepertinya gayung tidak bersambut. ya sudah..hohoho.